Jumat, 24 Juli 2015

MAHASISWA MAHASISWI ASAL KAB.MAMBRAMO TENGAH PROPINSI PAPUA MEMADATI ISTANA PRESIDEN RI

Bapak Lenis kogoya bersama mahasiswa mamteng
mahasiswa mamteng
JAKARTA 24-07-2015.www.suarah cheko papua.com. Puluhan mahasiswa asal kabupaten mambramo tengah papua memadati stana presiden RI ,puluhan mahasiswa ini bertemu langsung dengan staf khusus presiden RI LENIS KOGOYA di stana presiden .

        puluhan mahasiswa asal kab.mambramo tengah papua ini meminta kepada staf khusus presiden agar memfasilitasi pemerintah mambramo tengah  untuk bertemu dengan mahasiswa mambramo tengah se-jawah bali dam waktu dekat.

      Dalam hal ini ketua mahasiswa mambramo tengah se-jawa bali Yanus Wanimbo mengatakan kami harap agar bapak Lenis bisah membagun komunikasih yang baik dengan pemda mamteng agar pemda bisah menjawab keluhan kami mahasiswa mengenai kontrakan rumah dan juga tugas akhir dalam waktu dekat ini juga .

       Kami juga sudah ke mendagri ,mengenai kebutuhan kami dan sekretaris OTDA propinsi papua dan papua barat sudah memberikan tekanan melalui telvon , tapi pemda sampai saat ini belum tanggapi serius mengenai keluhan kami jadi hari ini kami datang kepada bapak agar bisah hubungi pemda kami di daerah .

       ketua Mahasiswa juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat ini belum di tanggapi juga maka kami akan memoblisasi masah menuju kementrian Perhubungan dan juga kantor perhubungan propinsi papua ,dengan tegas wanimbo .
     
    Dalam hal ini bapak Lenis menangapi serius dan akan usahakan membangun komunikasih ,Bapak lenis juga mengatakan kementrian dalam negri sudah komunikasih tapi belum ada tangapan positif untuk mahasiswa ,maka saya akan usahakan komunikasih ke pemda dan keluhan mahasiswa mengenai rodah pemerintahan dan juga biasiswa  ini saya akan sampaikan ke presiden maupun dinas terkait. 

       Dalam kesempatan ini juga wakil ketua mahasiswa se-tanah Papua  (IMASEPA) kota bandung Ferry cheko Kogoya ,memberikan masukan kepada bapak Lenis kogoya sebagai staf khusus presiden RI tentang persoalan yang terjadi di Tolikara Papua ,kami mahasiswa papua yang berada di pulau se-jawa bali dan juga Indonesia Tengah agar dapat memberikan perlindungan yang baik karena akhir-akhir ini banyak ormas,aparat,dan juga FPI ,melacak dan mengejar mahasiswa papua di pulau jawa ,ferry juga menegaskan bahwa propinsi papua dan setiap kabupaten di papua harus ada aturan-aturan atau UUD daerah yang mengatur khusus tentang Agama ,Budaya ,
an Juga Sumberdaya Alam papua .

      Agar kedepan tidak terjadi permasalahan-permasalahan yang serupa di papua, kami mahasiswa papua atau papua adalah daerah istimewa dan daerah otonomi khusus ,jasi negara mengatur hukum dan menjalankan aturan hukum yang baik bagi rakyat papua.

Rabu, 15 Juli 2015

MAHASISWA KABUPATEN MAMBRAMO TENGAH PROPINSI PAPUA
SE-JAWAH DAN BALI DI TERIMA BAIK OLEH KEMENTRIAN DALAM NEGRI
JAKARTA PUSAT

Jakarta 15-07-2015. Suarah cheko papua .Hari ini puluhan mahasiswa asal kabupaten Mambramo Tengah yang sedang berstudi di kota study se-jawa dan bali sedang memadati gedung kementrian dalam negri jakarta pusat , puluhan mahasiswa mambramo tengah di terima baik langsung oleh bidang sekretariat dan atmintrasi kementrian dalam negri dan kemudian seluruh mahasiswa di arahkan ke-bagian direktoral jendral OTDA Otonomi Daerah Propinsi Papua Dan Papua Barat ,mahasiswa pun dapat di sambut baik oleh pemimpin OTDA Bapak Budi Arwan.

Selama 3 jam di beri waktu kepada mahasiswa asal mamteng untuk ber- audiens bersama Bapak Budi Arwan Yang telah di percayahkan oleh kepala Mentri Dalam Negri jakarta pusat
Dalam audiens langsung di ambil alih oleh ketua mahasiswa se-jawah dan bali “Yanus Wanimbo, kami mahasiswa mahasiswi mambramo tengah datang beraudies di mendagri mengenai kesejahtrahan mahasiswa se-jawa bali maupun se- indonesia dan juga menuntut kepada mendagri agar segerah melihat kinerja pemerintahan daerah kab.mamteng yang sampai saat ini tidak berjalan sesuai aturan rodah pemerintahan yang sebenarnya.
Secara pandangan kami mahasiswa kepemimpinan Bupati saat ini sangat otoriter semua dinas-dinas yang ada di arahkan oleh bupati dan dinas-dinas pun berkat kami sedang mengikuti kebijakan bupati jadi kami tidak bisah melakukan apa-apa tanpa sepengetahuan bupati .
Kami sebagai mahasiswa yang berstatus Independen dan juga generasih pembangunan Mambramo Tengah propinsi papua akan tetap di mendagri sampai mendagri memberikan jawaban yang positip dan mempasilitasi mahasiswa bertemu pejabat daerah dalam waktu beberapa hari ini. Tegas ketua Mahasiswa se-jawa bali .
Jawab “kepala kementrian dalam negri yakni yang di waki oleh Bapak Budi Arwan direktoral jendral OTDA Otonomi Daerah Propinsi Papua Dan Papua Barat, saya akan usahakan sampaikan hasil pertemuan ini kepad kepala mendagri dalam sidang (rapat), dalam hal ini ketua-ketua mahasiswa dan juga anggota mahasiswa mambramo tengah kurang puas dengan jawaban yang di sampaikan, maka salah seorang mahasiswa yang bernama ferry c . kogoya mengatakan dengan tegas ,kami mahasiswa semua inginkan agar bapak lansung telvon atau mendesak kepada pemerintah daerah yakni kepala dinas pendididkan,kepala BKD,dan juga bupati agar kami mahasiswa bisah menerima hasilnya dengan baik.

Kepala OTDA menerima masukan dari Ferry dan langsung berkomunikasih kepada pemerintah daerah yakni Bapeda dan Juga menekan Bupati mamteng R.HAM .PAGAWAK untuk segerah mengambil keputusan secepatnya mengenai kesejahtrahan mahasiswa mamteng yang ada di sejawah dan bali,bapak OTDA pun lansung telvon Bupati dan sekda, Jawab bupati lewat telvon gengamnya , Dana sudah di cairkan tapi data mahasiswa se-jawa bali dan juga se-indonesia belum akurat di pemerintah daerah ,dan juga bupati mengatakan bahwa mahasiswa tidak boleh mengatur pemerintah daerah dengan tegas Bupati.

Hal ini ketua –ketua mahasiswa kurang puas dengan jawaban Bupati ,salah seorang senioritas mahasiswa Mamteng Darson Wanimbo menegaskan ,kami mahasiswa bengan tegas mennyatakan bahwah dalam bulan ini tim pendataan mahasiswa harus sudah keluar ke-kota study masing-masing se-indonesia ,kalau memang lambat maka kami akan moblisasi masah se-jawa bali untuk menyingkaapi persoalan kesejahtrahan mahasiswa dan juga persoalan pembagunan mamteng yang berjalan dengan tidak efisien,tegas Darson wanimbo.