Kamis, 06 Agustus 2015

DPRD Tetapkan APBD Mamberamo Tengah Tahun 2015

Ketua DPR kabupaten mamteng tegah
           JAYAPURA-Setelah melakukan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) Tahun 2015 sejak Selasa (18/11)  lalu, akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamberamo Tengah menetapkan RAPBD itu menjadi APBD 2015.

           Hal ini terungkap pada acara penutupan Rapat Paripurna Masa Sidang I DPRD Mamberamo Tengah tentang  RAPBD 2015 yang dihadiri oleh Ketua DPRD Itaman Thago,S.Sos dan Bupati Mamberamo Tengah  R.Ham Pagawak,SH,M.Si di Hotel Aston Jayapura, Jumat (21/11) kemarin.

         Ketua DPRD Mamberamo Tengah Itaman Thago,S.Sos dalam pidatonya mengatakan bahwa anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2015 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Memberamo Tengah, komposisi struktur anggarannya sebagai berikut: pendapatan daerah sebesar Rp 914.260.180.221,00, belanja daerah Rp 938.847.429.139.33 surplus/devisit Rp24.586.618.918,33. Sementara untuk pembiayaan terdiri dari  pengeluaran Rp 3.000.000.000,00, sedangkan sisa anggaran tahun berkenaan Rp 27.586.618.918,33.

          “Komposisi anggaran di atas memperlihatkan bahwa APBD 2015 mengalami kenaikan yang signifikan ,meski begitu dalam pembahasan ini DPRD telah memberikan catatan-catatan penting yang harus diperhatikan oleh saudara bupati dan wakil bupati agar memberikan arahan kepada bawahannya yaitu para pimpinan SKPD agar mampu menerjemahkan visi dan misi dari bupati dan wakil bupati,” ungkapnya.
 Menurutnya, catatan-catatana ini penting agar pelayanan pembangunan, terutama di empat bidang utama yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur dapat terlaksana dengan baik di lima distrik di Kabupaten Mamberamo Tengah. Dengan demikian mampu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Memberamo Tengah.

       Berkenaan dalam waktu dekat  tugas dari DPRD periode 2009-2014 akan berakhir, maka Itaman Thago mengakui masih ada egenda penting yang belum diselesaikan oleh pihaknya, menjadi tugas bagi anggota DPRD yang baru di periode 2014-2019, sehingga pihaknya menyampaikan terima kasih kepada rakyat Mambermo Tengah yang sudah memberikan kepercayaan kepada dirinya dan rekan-rekannya selama lima tahun untuk mengabdi bagi rakyat Mamberamo Tengah.

        “Meski harus diakui bahwa dalam lima tahun masih banyak hal yang belum kami wujdukan,”tukasnya.
 Kepada anggota DPRD yang baru, dirinya berpesan agar mampu menjalankan tugas dan fungsinya, terutama tiga fungsi utama, yaitu tugas pengawasan, legislasi dan anggaran, serta harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah, agar bersama-sama menyatukan langkah membangun masyarakat Mamberamo Tengah ke arah yang lebih sejahtera.

     Sementara itu Bupati Mamberamo Tengah R. Ham Pagawak,SH,M.Si di tempat yang sama menyampaikan penghargaannya bagi  anggota DPRD periode 2014-2019 yang sudah bersama-sama dengannya menjalangkan tugas dan fungsi, dalam rangka membangun Kabupaten Membaramo tengah.

    Menurutnya, pembahasan sidang RAPBD 2015 selama seminggu dan akhirnya ditutup kemarin, menunjukan komitmen dari DPRD Mamberamo Tengah untuk membangun masyarakatnya. Iini terbukti hingga hari terakhir tugas dan masa jabatannya, namun masih semangat memikirkan tentang pembangunan bagi Kabupaten Mamberamo Tengah.

     “Kami bersyukur, sebab sesuai dengan dead line waktu dari Gubernur Papua agar pembahasan sidang RAPBD 2015 harus selesai sebelum 15 Desember, ternyata ketua dan wakil ketua dan anggota DPRD Mamberamo Tengah yang sudah sama-sama bekerja keras, menghasilkan APBD 2015,”ujarnya.

     Oleh sebab itu, hasil dari pembahasan ini tim anggaran Pemerintah Daerah Membermo Tengah akan konsultasikan ke tim anggaran Provinsi Papua, sehingga bisa ditetapkan sebagai APBD 2015.

      Saat ditanyai soal gambaran umum prioritas pembangunan di tahun 2015, Ham Pagawak menjelaskan  pada tahun 2015 nanti, pihaknya menaruh perhatian lebih pada bidang infrastruktur, ini karena jangkuan ke ibu kota Kabupaten di Kobagma, rata-rata menggunakan pesawat, sangat berdampak pada pelayanan pemerintahan dan harga barang, oleh sebab itu dengan pembukaan fiasilitas jalan dari Wamena ke Kobagma dan juga ke lima distrik, diharapkan mampu memberikan pelayanan pemerintahan yang lebih menyentuh ke masyarakat, serta dapat menekan harga barang.

    “Kami berterimakasih karena bantuan dari Gubernur Papua mencapai 200 Miliar ke Kobagma, dan rangka membuka akses jalan,ini wujud perhatian Gubernur bagi rakyat Mamberemo tengah,”tukasnya.

Dikatakanya, pada tahun 2015 pihaknya akan lebih focus untuk penataan ibu kota kabupaten di Kobagma, jalan dalam kota, kantor-kantor  SKPD, rumah dinas bagi pejabat eselon II,III dan lainnya, serta staf pegawai, artinya pembangunan fisik akan terpusat di Kobagma, termasuk di bidang pendidikan, juga akan ada pembanguna sekolah satu atap di lima distrik, serta program perumahan rakyat.

     “Kita juga tahun depan rencanakan pembangunan 50 unit rumah bagi rakyat, yang akan terpusat di lima distrik ,”ungkapnya.

      Sementara mengenai pelayanan kesehatan juga akan lebih focus pada peningkatan fasilitas kesehatan dasar, seperti puskemas pembantu (Pustu) menjadi Puskesmas, pengadaan sumber daya kesehatan, termasuk pengandaan obat-obat bagi rakyat.

        “Artinya masih terpusat pada e
mpat program prioritas seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infratruktur,” tukasnya.
 Saat singgung soal evaluasi dari kinerja para pimpinan SKPDnya selama tahun 2014, Ham Pagawak menjelaskan masih perlu dilakukan peningkatan pelayanan dalam hal menerjemahkan visi dan misi dari bupati dan wakil bupati, sebab hasil dari eveluasi audit BPK-RI di Mamberemo Tengah ternyata banyak hal yang harus menjadi perhatian dari para pimpinan SKPD, terutama dalam pengelolaan anggaran, harus sesuai dengan rencana dan program prioritas.

    “Pada tahun depan SKPD lebih serius dalam menerjemahkan visi dan misi dari bupati dan wakil bupati, jika tidak maka saya pasti akan evaluasi posisi mereka,” tegasnya.(cak/fud)

Mahasiswa kabupaten Mambramo Tengah Akan Tunggu Kedatangan Pemda Mamteng di Pulau Sejawa Bali Dalam Minggu Ini

Mahasiswa mamteng sedang Rapat Mengenai kontrakan dan TA
              Jakarta 07-08-2015 .suarah cheko papua .Pada hari ini iktan keluarga besar pelajar mahasiswa kab.mambramo tengah kota study se-jawa bali sedang adakan pertemuan masalah kontrakan (asrama) maupun tugas akhir yang belum juga di jawab oleh pemda mambramo tengah ,rapat berlangsung di kontrakan mamteng jakarta pusat , Dalam pertemuan tersebut Ketua BPH-sejawa bali Yanus Wanimbo dan beberala ketua - ketua kota studi beserta puluhan anggota mahasiswa kab.mateng sejawa bali memutuskan, kami akan tunggu dalam minngu ini sampai tgl 20 agustus sesuai hasil komunikasih ketua BPH pusat ke- pemerintah daerah setempat, ketua juga mengatakan dalam minggu ini saya akan trus berkomunikasih dengan pemda setempat agar mendapatkan kepastian dari pemda Mambramo Tengah. 

         Dalam pertemuan juga beberapa ketua-ketua kota studi masing-masing menggatakan bahwa masah kontrakan putra -putri kami di setiap kota studi sudah habis ,sementara kami sedang rnenuumpang di asrama kabupaten lain,secara manusia kami merasah malu dengan keadaan yang ada .kami mahasiswa Mamteng sebagai generasi pembagunan kabupaten kami dan juga pada umumnya pembangunan propinsi papua ,sangat berharap agar pemda Mambramo Tengah bisah melihan nasib kami mahasiswa saat ini dengan cepat, dalam tahun ini pemda Dinas Pendidikan dan BKD badang keuangan daerah sudah terlambat ke pulau sejawa dan bali untuk mendata kontrakan dan data tugas akhir ,tidak seperti tahun-tahun kemarin .

Jumat, 24 Juli 2015

MAHASISWA MAHASISWI ASAL KAB.MAMBRAMO TENGAH PROPINSI PAPUA MEMADATI ISTANA PRESIDEN RI

Bapak Lenis kogoya bersama mahasiswa mamteng
mahasiswa mamteng
JAKARTA 24-07-2015.www.suarah cheko papua.com. Puluhan mahasiswa asal kabupaten mambramo tengah papua memadati stana presiden RI ,puluhan mahasiswa ini bertemu langsung dengan staf khusus presiden RI LENIS KOGOYA di stana presiden .

        puluhan mahasiswa asal kab.mambramo tengah papua ini meminta kepada staf khusus presiden agar memfasilitasi pemerintah mambramo tengah  untuk bertemu dengan mahasiswa mambramo tengah se-jawah bali dam waktu dekat.

      Dalam hal ini ketua mahasiswa mambramo tengah se-jawa bali Yanus Wanimbo mengatakan kami harap agar bapak Lenis bisah membagun komunikasih yang baik dengan pemda mamteng agar pemda bisah menjawab keluhan kami mahasiswa mengenai kontrakan rumah dan juga tugas akhir dalam waktu dekat ini juga .

       Kami juga sudah ke mendagri ,mengenai kebutuhan kami dan sekretaris OTDA propinsi papua dan papua barat sudah memberikan tekanan melalui telvon , tapi pemda sampai saat ini belum tanggapi serius mengenai keluhan kami jadi hari ini kami datang kepada bapak agar bisah hubungi pemda kami di daerah .

       ketua Mahasiswa juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat ini belum di tanggapi juga maka kami akan memoblisasi masah menuju kementrian Perhubungan dan juga kantor perhubungan propinsi papua ,dengan tegas wanimbo .
     
    Dalam hal ini bapak Lenis menangapi serius dan akan usahakan membangun komunikasih ,Bapak lenis juga mengatakan kementrian dalam negri sudah komunikasih tapi belum ada tangapan positif untuk mahasiswa ,maka saya akan usahakan komunikasih ke pemda dan keluhan mahasiswa mengenai rodah pemerintahan dan juga biasiswa  ini saya akan sampaikan ke presiden maupun dinas terkait. 

       Dalam kesempatan ini juga wakil ketua mahasiswa se-tanah Papua  (IMASEPA) kota bandung Ferry cheko Kogoya ,memberikan masukan kepada bapak Lenis kogoya sebagai staf khusus presiden RI tentang persoalan yang terjadi di Tolikara Papua ,kami mahasiswa papua yang berada di pulau se-jawa bali dan juga Indonesia Tengah agar dapat memberikan perlindungan yang baik karena akhir-akhir ini banyak ormas,aparat,dan juga FPI ,melacak dan mengejar mahasiswa papua di pulau jawa ,ferry juga menegaskan bahwa propinsi papua dan setiap kabupaten di papua harus ada aturan-aturan atau UUD daerah yang mengatur khusus tentang Agama ,Budaya ,
an Juga Sumberdaya Alam papua .

      Agar kedepan tidak terjadi permasalahan-permasalahan yang serupa di papua, kami mahasiswa papua atau papua adalah daerah istimewa dan daerah otonomi khusus ,jasi negara mengatur hukum dan menjalankan aturan hukum yang baik bagi rakyat papua.

Rabu, 15 Juli 2015

MAHASISWA KABUPATEN MAMBRAMO TENGAH PROPINSI PAPUA
SE-JAWAH DAN BALI DI TERIMA BAIK OLEH KEMENTRIAN DALAM NEGRI
JAKARTA PUSAT

Jakarta 15-07-2015. Suarah cheko papua .Hari ini puluhan mahasiswa asal kabupaten Mambramo Tengah yang sedang berstudi di kota study se-jawa dan bali sedang memadati gedung kementrian dalam negri jakarta pusat , puluhan mahasiswa mambramo tengah di terima baik langsung oleh bidang sekretariat dan atmintrasi kementrian dalam negri dan kemudian seluruh mahasiswa di arahkan ke-bagian direktoral jendral OTDA Otonomi Daerah Propinsi Papua Dan Papua Barat ,mahasiswa pun dapat di sambut baik oleh pemimpin OTDA Bapak Budi Arwan.

Selama 3 jam di beri waktu kepada mahasiswa asal mamteng untuk ber- audiens bersama Bapak Budi Arwan Yang telah di percayahkan oleh kepala Mentri Dalam Negri jakarta pusat
Dalam audiens langsung di ambil alih oleh ketua mahasiswa se-jawah dan bali “Yanus Wanimbo, kami mahasiswa mahasiswi mambramo tengah datang beraudies di mendagri mengenai kesejahtrahan mahasiswa se-jawa bali maupun se- indonesia dan juga menuntut kepada mendagri agar segerah melihat kinerja pemerintahan daerah kab.mamteng yang sampai saat ini tidak berjalan sesuai aturan rodah pemerintahan yang sebenarnya.
Secara pandangan kami mahasiswa kepemimpinan Bupati saat ini sangat otoriter semua dinas-dinas yang ada di arahkan oleh bupati dan dinas-dinas pun berkat kami sedang mengikuti kebijakan bupati jadi kami tidak bisah melakukan apa-apa tanpa sepengetahuan bupati .
Kami sebagai mahasiswa yang berstatus Independen dan juga generasih pembangunan Mambramo Tengah propinsi papua akan tetap di mendagri sampai mendagri memberikan jawaban yang positip dan mempasilitasi mahasiswa bertemu pejabat daerah dalam waktu beberapa hari ini. Tegas ketua Mahasiswa se-jawa bali .
Jawab “kepala kementrian dalam negri yakni yang di waki oleh Bapak Budi Arwan direktoral jendral OTDA Otonomi Daerah Propinsi Papua Dan Papua Barat, saya akan usahakan sampaikan hasil pertemuan ini kepad kepala mendagri dalam sidang (rapat), dalam hal ini ketua-ketua mahasiswa dan juga anggota mahasiswa mambramo tengah kurang puas dengan jawaban yang di sampaikan, maka salah seorang mahasiswa yang bernama ferry c . kogoya mengatakan dengan tegas ,kami mahasiswa semua inginkan agar bapak lansung telvon atau mendesak kepada pemerintah daerah yakni kepala dinas pendididkan,kepala BKD,dan juga bupati agar kami mahasiswa bisah menerima hasilnya dengan baik.

Kepala OTDA menerima masukan dari Ferry dan langsung berkomunikasih kepada pemerintah daerah yakni Bapeda dan Juga menekan Bupati mamteng R.HAM .PAGAWAK untuk segerah mengambil keputusan secepatnya mengenai kesejahtrahan mahasiswa mamteng yang ada di sejawah dan bali,bapak OTDA pun lansung telvon Bupati dan sekda, Jawab bupati lewat telvon gengamnya , Dana sudah di cairkan tapi data mahasiswa se-jawa bali dan juga se-indonesia belum akurat di pemerintah daerah ,dan juga bupati mengatakan bahwa mahasiswa tidak boleh mengatur pemerintah daerah dengan tegas Bupati.

Hal ini ketua –ketua mahasiswa kurang puas dengan jawaban Bupati ,salah seorang senioritas mahasiswa Mamteng Darson Wanimbo menegaskan ,kami mahasiswa bengan tegas mennyatakan bahwah dalam bulan ini tim pendataan mahasiswa harus sudah keluar ke-kota study masing-masing se-indonesia ,kalau memang lambat maka kami akan moblisasi masah se-jawa bali untuk menyingkaapi persoalan kesejahtrahan mahasiswa dan juga persoalan pembagunan mamteng yang berjalan dengan tidak efisien,tegas Darson wanimbo.